ROYALQQ

Seorang Siswi SMPN 5 Banjarbaru Diculik, Sempat Ada Tawar Menawar Uang Tebusan Rp 150 Juta



Info Terkini - Fakta-fakta Siswi SMPN 5 Negeri Banjarbaru Diculik pada Rabu (9/12019) terunkap.

Menurut informasi yang terhimpun, identitas siswi korban penculikan itu bernama AN, sehari-hari dia disapa Nisa, siswi kelas IX SMPN 5 Banjabaru.

Peristiwa penculikan siswi ini dibenarkan oleh Kepala SMPN 5 Banjarbaru Undi Sukarya, saat dikonfirmasi


"Baru sekarang ini ada kejadian seperti ini. Padahal Pagar sekolah berlaku buka tutup, penjaga sekolah pun siaga. Seandainya anak itu menunggu di area sekolah ya aman saja. Ini karena anak keluar dari lingkungan sekolah kemudian berjalan menjauhi kawasan sekolah," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah membenarkan terkait peristiwa penculikan siswi SMPN 5 Banjarbaru ini.

Banjarmasin Post mencoba merangkum sejumlah fakta-fakta terkait penculikan siswi SMPN 5 Banjarbaru ini, di antaranya :
Minta Tebusan Rp 150 Juta

Seorang Siswi SMPN 5 Banjarbaru jadi korban penculikan pada Rabu (9/1/2019) sore.

 Penculik minta uang tebusan Rp 150 juta rupiah.

Tawar menawar uang tebusan sempat terjadi, beruntung pada malam harinya korban dilepas penculik dalam kondisi tangan terikat lakban di kawasan Cempaka.

"Benar diturunkan di sekitaran SMA 3. Sekitar pukul 19.30 WITA," ucap Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Debi Triyani Murdiyambroto melalui Humas Polsek Banjarbaru timur Aipda Hendra Fahmi.

Korban penculikan berinisial AN ini diculik orang tak dikenal dengan mobil. Diculik saat AN meninggalkan kawasan sekolah Jalan Ambulung Kelurahan Guntung Manggis.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah mengatakan, orangtua korban yang merupakan warga Kelurahan Palam, Cempaka, Kota Banjarbaru sempat ditelepon oleh terduga pelaku penculikan yang meminta uang tebusan sebesar Rp 150 juta.

Foto hp yang meperdengarkan suara penculik menelpon pihak keluarga korban meminta tebusan. (Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan)
Korban Dilakban

Pelaku kemudian menurunkan harga tebusan menjadi Rp 100 juta, lalu terakhir meminta Rp 50 juta. Namun, pihak keluarga tetap tidak memenuhi keinginan si pelaku.

Dibantu Resmob Polda Kalsel, jajaran Polres Banjarbaru masih melakukan penyelidikan dan penyisiran. Polisi mendapat laporan dari warga Cempaka pada Rabu (9/1/2019) malam itu, ditemukan anak perempuan dengan kondisi tangan diikat lakban.

Sikap Kepala SMPN 5 Banjarbaru

Seorang Siswi SMP 5 Negeri Banjarbaru kelas IX yang sehari-hari disapa Nisa diduga jadi korban penculikan pada Rabu (9/12019). Penculik minta uang tebusan Rp 150 juta rupiah.

Peristiwa dugaan penculikan tersebut dibenarkan oleh Kepala SMPN 5 Banjarbaru Undi Sukarya, saat dikonfirmasi reporter banjarmasinpost.co.id, Kamis (10/1/2019).

"Baru sekarang ini ada kejadian seperti ini. Padahal Pagar sekolah berlaku buka tutup, penjaga sekolah pun siaga. Seandainya anak itu menunggu di area sekolah ya aman saja. Ini karena anak keluar dari lingkungan sekolah kemudian berjalan menjauhi kawasan sekolah," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengimbau anak anak yang menunggu jemputan agar di lingkungan sekolah saja, jangan di luar.

"Karena kami juga sudah siapkan area dan fasilitas menunggu jemputan yang aman," katanya.
Disebutkan, saat kejadian itu belum ada les tambahan. Jam pulang sekolah 15.15. Siswa kelas IX tak ada kegiatan ekstrakurikuler.

Terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah membenarkan terkait peristiwa ini.

Share on Google Plus

About lupa kulit

0 comments:

Post a Comment