ROYALQQ

Kekerasan terhadap perempuan, anak-anak masih merajalela di Yogyakarta


Info Berita - Sebuah kelompok hak asasi perempuan mengatakan bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Yogyakarta tetap memprihatinkan.

Pusat Krisis Wanita Rifka Annisa mencatat setidaknya 287 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Yogyakarta sepanjang tahun 2017.

Kelompok tersebut menekankan bahwa sosok itu hanyalah puncak gunung es. "Ada banyak kasus lain yang tidak kami tangani," kata juru bicaranya, Diferentia One Muharomah.

Di antara kasus yang paling umum adalah kekerasan dalam rumah tangga (209), kekerasan seksual (29) dan pelecehan seksual dan kekerasan dalam hubungan pacaran (13). Sedikitnya 80 kasus terjadi di Kabupaten Sleman, 49 di Kotapraja Yogyakarta dan 39 di Kabupaten Bantul.

Lebih banyak suami telah mengancam akan membunuh istri mereka tahun ini, kata seseorang, menambahkan bahwa dalam banyak kasus korban juga dikriminalisasi.

Sedikitnya 24 kasus kekerasan seksual melibatkan anak-anak, kata kelompok tersebut, mencatat bahwa dalam beberapa kasus korban hamil dan dikeluarkan dari sekolah.

Dari tahun 2009 sampai 2016, kelompok tersebut menangani 2.481 kasus, atau sekitar 300 kasus dalam setahun. "Hukuman bagi pelaku harus lebih keras untuk menciptakan efek jera," kata seseorang.

Sukiratnasari dari Jaringan Wanita Yogyakarta (JPY) meminta pemerintah untuk mengambil tindakan untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dengan mengajarkan generasi muda untuk mengembangkan perilaku tanpa kekerasan.
Share on Google Plus

About lupa kulit

0 comments:

Post a Comment